Selasa, 09 November 2010

jejak 24 'BACA dulu lah'




kemaren baru ja selesai UTS di kampuz gw tercinta. dan nasib mahasiswa semester akhir ya kebagian buat ngawas dey.

dulu pengen banged sama kerjaan yang satu ini. tapi sekarang biasa ja. apa karena kita udah ga UTS yach. jadi ga ada feelnya.

**kebiasaan orang Indonesia

critanya ney pas ngawas ada yg nanya.

"mba ini alasannya di tulis semuanya, yg bener juga pake alasan mba"

'ya, dipakein semua'

baru selesai dijawab tau2 udah ada yg tanya lagi.

"mba yg salah dipakein alasan khan? truz yg benar juga pake ga mba"

'iya semuanya dipakein alasan'

sambil ngedumel dalam hati, knapa ga dengerin sey klo temennya lagi tanya, kenapa mesti diulang-ulang pertanyaannya. toch di perintah juga udah dijelasin. dan sebelum mulai juga udah dikasih tau ini itunya. hhhmmmmmm. sabar un sabar.

*di hari lainnya saat diminta tolong untuk ngawas lagi.

baru juga dijelasin ma temen gw di depan tau2 udah ada yg tanya lagi.

"mba ini dimasukin kuadran ga?"
"mba ini dingesavenya gmn"

and alhasil gw ulang semuanya yg tadi udah dijelasin ma temen gw. dan gw tambahin lagi diakhir kalimat.

'lain kli klo kakaknya ngomong di dengerin dlu, truz baca perintahnya di lembar soal'

hhhmmmm. sambil berpikir keras. apa jadinya negri kita nanti klo para pemuda pemudinya ja kya gni. ga mo baca dlu perintah yg ada disoal. maen asal ngerjain aja. ntar klo jadi pejabat jangan2 langsung ngasih ACC ja lgi klo di kontrak kerja. ujung2nya dibohongin klien, baru tau rasa.


**sungguh apa yang akan terjadi nanti

masih dapat melihat tapi tetap saja buta
sementara yang buta masih dapat melihat jelas

masih dapat membaca tapi tak mengerti
sementara yang tak dapat melihat saja masih mengerti

suatu hari nanti apakah negri ini akan menjadi negri yang dapat melihat atau buta
semua ada pada tangan kalian wahai pemuda
tangan kalian yang dapat merubahnya

jangan menjadi buta dalam penglihatan kalian
jangan menjadi tuli dalam pendengaran kalian
walau suatu hari nanti kalian akan buta dan tuli
tapi negri ini berharap kalian masih dapat mengerti

jejak 23 # negriku oh negriku #



**negriku negri yang teramat sangat lucu. terlalu kaya. terlalu besar. terlalu pintar.

negri ini lucu karena punya banyak badut koruptor yang sering membuat pemerintah tertawa ngakak dan lupa akan semua yang dilakukan si badut. bahkan orang awam pun tertawa terpingkal-pingkal saat tahu apa yang sedang diperbuat oleh si badut. sayangnya mereka hanya bisa jadi penonton.


negri ini besar karena banyak pulau membentang di dalamnya namun kesatuannya sangat kecil. terlalu kerdil untuk saling merasa. besar dengan kekayaanya namun semua bukan milik negri kita. seperti ayam yang mati diatas tumpukan jerami.

negri ini pintar karena punya banyak sekali profesor. namun mereka semua telah menjadi budak negara lain di negrinya sendiri. dan banyak orang pintar yang berbicara dengan kepintarannya sehingga membuat yang lain harus merasa lebih pintar. padahal semua bodoh belaka.


**negriku penuh dengan pesona. negriku negri yang indah. negriku bertabur intan permata.

negriku memang sangat mempesona. hingga banyak yang terlena didalamnya. selain itu pesonanya membuat negri lainnya iri. tapi sekarang pesonanya sudah habis dimakan zaman. karena para penjaganya tak mengerti bagaimana menghormati pesona itu. dan tak bisa menjaganya agar tak pernah pudar.


negriku memang negri yang sangat indah. banyak disanjung orang hingga negriku menjadi negri yang sombong dan tak ramah lagi. hanya segelintir saja yang mengatasnamakan orang timur dengan penuh kesopanan. yang lain sudah beralih rupa menjadi serigala yang haus atas materi.


negriku pun adalah negri yang kaya akan intan permata. namun karena rakusnya sang penjaga membuat negriku hanya tinggal sebuah negri bertabur sampah. negriku menjadi hitam kelam tak bercahaya.

**sungguh aku tak tahu harus berkata apa. aku juga tak tahu harus merasakan apa. hanya sebuah doa yang kupintakan.


'semoga negriku bisa lebih baik dari hari ini'

jejak 22 *aku ya aku*

bukan tentang apa yang akan ku tulis. tapi tentang apa yang sedang ku pikirkan saja. tak terlalu rumit dan ribet. hanya simpel saja. bukan pula untuk diperdebatkan. tapi untuk mempersatukan.

kadang otak dan perbuatanku tak sejalan. tapi inilah aku apa adanya. yach diterima saja.

toh aku akan tetap menjadi aku. tak pernah berubah kecuali aku sendiri inginkan perubahan itu. biarkan saja aku seperti ini.

semua terserah saja. kembali pergi tak masalah. tetap bertahan akan ku jaga. atau mungkin kita berada dalam kebimbangan tak berujung. itu juga wajar saja. aku adalah aku. kamu adalah kamu.

saling tak mengenal. tak mengerti. tak paham. tak pernah peduli. dan kini harus terikat. sungguh pikirkan saja dahulu. tak usah terburu-buru. aku tak pernah memintamu terburu-buru untuk memilih.

aku tak suka akan pilihan. tapi di dunia fana ini semua harus serba memilih.

aku tetap berada disampingmu. walau tanpa sebuah kepastian. cukuplah kau tau itu. aku tak merepotkan bukan ?

aneh memang rasanya. tapi sudah kubilang inilah aku. aku adalah aku.

stop sampai disini memintaku memberi penjelasan lebih. carilah sendiri. toh sudah kubilang aku akan tetap berada disampingmu selalu. ingat saja itu.