Minggu, 13 Februari 2011

aq sendiri (cukup untuk saat ini)

aq sendiri bukan berarti aq merasa sepi

aq sendiri bukan berarti sedang bersedih

aq sendiri bukan pula melarikan diri

aq sendiri bukan lah ingin dari hati

aq sendiri bukan mehilang dan akan pergi

aq sendiri bukan simbol untuk pribadi


namun..

aq sendiri sedang mengerti arti

aq sendiri mencoba berdiri dalam hiruk pikuk ramai

aq sendiri berkaca dalam patahan yang tak sempurna


dan kini..

aq sendiri menantang kesendirianku

aq sendiri melawan semua egoku

aq sendiri meronta dalam ikat pikirku


semoga..

aq sendiri segera pahami

aq sendiri melangkah pasti

aq sendiri akan segera berdiri


aq sendiri ..

dan tanpa kamu ..

Rabu, 02 Februari 2011

**IBU PERTIWI**

disini aku kembali terduduk menimbang-nimbang segala sesuatu untuk perjalanan hidupku nanti.
bukan hanya dengan segudang khayalan belaka,,namun dengan segenggam cita-cita dan kado yang akan kupersembahkan untuk negriku.
negri yang sering kusebut IBU PERTIWI.

**

sebuah negri yang dulu dikenal dengan sebutan ZAMRUD KHATULISTIWA,,namun itu sudah teramat dulu sangat dulu sebelum engkau lahir anakku.
karena saat ini yang ada hanyalah sisa-sisa kayu yang menghitam dan kepulan asap kelam yang tengah membuat sang ZAMRUD menjadi terlihat usang.
sayang sekali engkau tak sempat menikmatinya.


(rindu IBU hanya untukmu)
**

lalu tiba-tiba aku menatap langit yang membiru.
yah masih dari tempat yang sama,,disini,,tempat di mana aku sedang berlari mengejar semua mimpiku.
dan yang aku temukan untuk saat ini adalah hamparan langit yang siap untuk menyambutku dalam hangatnya hari ini.
sehangat peluk IBU PERTIWI.

**

terlalu hangat untuk sebuah kedalaman ditengah laut yang menghampar dan tengah berhadapan dengan sang langit.
laut di negri yang IBU cintai dulu kaya akan segalanya.
dan seingat IBU dulu,,negri IBU adalah sebuah NEGRI BAHARI yang memiliki beraneka ragam hasil laut.
namun kini yang terlihat di sana,,adalah kapal-kapal yang tak IBU kenal.
anakku, apakah engkau melihat hal yang sama dengan yang IBU lihat??
siapa mereka??
laut di negri IBU kini tak seindah laut yang berada dalam ingatan IBU.

(sayang IBU hanya untukmu)
**

memang aneh.
dari satu tempat saja aku sudah dapat melihat semuanya.
aku ingin melihat lebih banyak lagi.
namun apakah IBU PERTIWI masih dapat menemaniku untuk berkelana menikmatinya.
dan bukan hanya dari satu tempat di mana aku masih terduduk sendiri.
menatap barisan semua surat cinta IBU PERTIWI untukku.

**
dalam setiap hembus nafasKU.
telah KU korbankan semua demi kalian PUTRA dan PUTRI BANGSA KU.
hanya satu pinta KU dan itu telah KU titipkan pada kalian semua.
namun AKU meragu kini.
apakah kalian masih mengingat dan menjadikannya cita-cita dan mimpi kalian hingga akhir kebersamaan kita nantinya.
sungguh hanya kalian harapan KU kini.
semoga ini dapat menjadi HARTA WARISAN terindah dari KU untuk mu PUTRA dan PUTRI BANGSA KU .

(salam kenang dari IBU mu sang IBU PERTIWI)
**

dalam memori sesorang PUTRI BANGSA

untuk ..
IBU PERTIWI

Sabtu, 22 Januari 2011

mungkin...dan hanya mungkin



burat-burat bias selalu membayangiku .
bukan aku tak mau membuatnya menjadi jelas .
namun aku takut mengakui apa yang aku rasakan .
perlahan ku pikir akan memudar .
namun .
fiuuuuuh ...


**
bukan inginku untuk membariskan smua kenangan yang sempat ku tidurkan dalam kelambu ego. tak sengaja sungguh benar-benar tertata rapi begitu saja. menarikku kembali mundur untuk merasakan sesuatu yang seharusnya sudah tak ingin ku rasakan.

andai aku punya sedikit keberanian. namun untungnya tidak dan aku sedikit lega akan hal itu. karena aku hanya tak ingin benar-benar jatuh untuk kesekian kalinya. cukup dengan dia saja cukuplah itu.

kekagumanku yang membawaku dalam sebuah perasaan yang aku sendiri tak mengerti. pesonanya yang memalingkan aku dari semua masalah yang kuhadapi hingga aku mampu berdiri tegar layaknya tiang kokoh yang menjulang tinggi.

rasa itu sungguh indah dan sangat hangat di dalam sini. sampai saat ini aku masih merasanya. padahal sudah berusaha ku tepis sejauh mungkin. kubuang hingga tak bisa kutemukan kembali. tapi ternyata dia kembali.

dalam satu pesona yang telah sengaja kupudarkan dari ingatanku.

aku tahu itu bukanlah sesuatu yang benar-benar ku inginkan. aku hanya tak ingin kehilangan saja. itu saja. tidak lebih. lagipula aku sendiri sudah memantapkan hati untuk bersamanya dengan senyum sebagai seorang sahabat. sungguh hanya itu tidak lebih.

ya ... mungkin tak ada salahnya kuhadirkan kembali perasaan ini. agar aku lebih merasa bahagia dan punya cerita tersendiri.
ya ... mungkin dan hanya kemungkinan itu bisa saja terjadi atau tidak
**